PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Di Eraglobalisasi sekarang ini tuntutan akan kebutuhan teknologi sangatlah diperlukan sekali, untuk menyeimbangkan akan kebutuhan yang terus meningkat dan mempermudah semua aspek yang dilakukan oleh semua manusia, terutama dengan teknologi informasi yang sangat erat sekali berpengaruh terhadap akan tuntutan kebutuhan manusia di zaman sekarang ini.
Dengan adanya Teknologi Informasi inilah manusia akan dapat mempermudah, mempercepat waktu (Efisiensi waktu) dan juga membantu sekali apa yang kita butuhkan dan kita cari informasi kapan saja.
Perkembangan akan Teknologi Informasi sangatlah cepat berubah meningkat, karena terus menerus menyesuaikan dengan kebutuhan manusianya tersebut, supaya dapat membantu dan melayani dengan cepat dan tepat akan apa yang diminta atau diperintahkan.
Apa bila manusia tidak bisa mengikuti akan perkembangan Teknologi Informasi yang terus menerus berkembang, maka manusia tersebut akan ketinggalan akan perkembangan Teknologi Informasi, dan itu akan merugikan dirinya sendiri dan juga tidak akan mengetahui dunia luar seperti apa.
Sebetulnya Teknologi Informasi ini telah digunakan sejak zaman dulu kala, contohnya yaitu :
1. Kentongan (yang biasa ada di pos ronda, didepan rumah, aparat desa, dll)
2. Sandi-sandi yang memakai asap api, suara, bendera, dll.
3. Telegraf. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya.
Teknologi Informasi di bagi 2 (dua) macam yaitu:
1. Teknologi Informasi Komputerisasi.
2. Teknologi Informasi Televisi.
Memang kita tidak bias memungkiri akan efek negatif dari perkembangan akan Teknologi Informasi ini, akan tetapi itu semua kita lihat dan cara pandang dari setiap orang atau individu yang mempergunakan Teknologi Informasi tersebut.
data
SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) DANA BANTUAN
ADD UNTUK OPRASIONAL PEMERINTAHAN DESA TAHUN 2010
DESA : SIMPANGSARI
KECAMATAN : CISURUPAN
KKABUPATEN : GARUT
N0 TANGGAL URAIAN KEGIATAN NO BUKTI PENERIMAAN PENGELUARAN Rp
1 2/8/2010 Diterima dana bantuan oprasional pemerintahan desa dari ADD tahap dua dari kabupaten 18.619.500
2 5/8/2010 Dibayar beli pita Tik 12 buah X 10.000 = 120.000 1 120.000
3 5/8/2010 Dibayar beli 10 Rim HVS X 36.000 = 360.000 2 360.000
4 5/8/2010 Dibayar beli tinta computer 10 Buah X 21.000= 210.000 3 210.000
5 5/8/2010 Dibayar Perjalanan Dinas Kepala Desa 24 Kali untuk tahun 2010 X 50.000 4 1.200.000
6 5/8/2010 Dibayar biaya rapat rapat 12 kali X 400.000 5 4.800.000
7 5/8/2010 Pembelian satu set Komputer Jenis Pentium 4 X 5.800.000 6 5.800.000
8 5/8/2010 Dibayar biaya monitoring sebanyak 10 kali X 200.000 7 2.000.000
9 5/8/2010 Dibayar oprasional BPD sebesar 4.000.000 8 4.000.000
10 10/8/2010 Dibayar biaya pelaporan dan penggandaan SPJ 9 129.500
JUMLAH 18.619.500
Mengetahui / menyetujui
Kepala Desa Sebagai Penanggungjawab kegiatan
H RACHMAT Kepala Desa Simpangsari
H RACHMAT Simpangsari , 10 agustus 2010
Bendahara Desa Simpangsari
ENGKUN SURYAMAN
TUTORIAL
Macam-Macam Kamera Video
Macam-macam video dilihat dari fungsinya dapat dibedakan menjadi :
1. Camera Standar Broadcast
2. Camera Semi Broadcast
3. Camera Home Use
4. Camera handy Cam 
Pembagian berdasarkan format kamera video
1. Camcoder
Product Information
1/6" CCD imager with 290K effective pixels, 20X optical zoom lens with 990X digital zoom, 2.5" touch panel SwivelScreen LCD display, Memory Stick slot
2. Camcoder MiniDV
Product Information
1/6” Advanced HAD CCD imager with 340K effective pixels, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Tessar lens, 2.5” touch panel SwivelScreen LCD display
3. Camcoder DVD

Product Information
1/6" Advanced HAD CCD imager with 800K Pixel still image capabilities, 20X optical zoom lens with 800X digital zoom, Carl Zeiss Vario-Sonnar lens, 2.5" touch panel Wide Hybrid LCD display
Jenis/type lain dari Handycam :
center
Sejarah Ilmu Nahwu
Pendahuluan
Kajian ilmu nahu selama ini lebih menitikberatkan pada persoalan kaidah-kaidah atau ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk jabatan satu kata dalam kalimat. Dapat juga dikatakan bahwa pelajaran nahu lebih fokus untuk mengetahui bagaimana bentuk akhir sebuah kata, i`râb ataukah mabni.Misalnya, menentukan apakah kata itu termasuk kategori marfû`ât, mansûbât, ataukah majrûrât untuk kata-kata yang berbentuk ism, atau kata tersebut masuk kategori marfû`at, mansûbat, ataukah majzûmat untuk kata-kata yang berbentuk fi`il. Maka pelajaran nahu selama ini lebih kepada membicarakan harkat akhir sebuah kata dan kemudian menjelaskan sebab-sebab dan ilalnya. Paling tidak materi-materi seperti inilah yang dijumpai dalam pembelajaran nahu dari tingkat ibtidai, bahkan sampai perguruan tinggi di Indonesia sampai saat sekarang.
Beberapa dekade belakangan ini, orientasi kajian ilmu nahu mulai terjadi pergeseran di kalangan akademisi, terutama oleh mereka pemerhati ilmu linguistik Arab. Yang semula kajian ilmu nahu Arab lebih bersifat normatif dan aplikatif sekarang muncul kecendrungan yang kuat untuk membawa kajian dan pemikiran ilmu nahu dalam tinjauan filsafat dan sejarah. Memahami sejarah pemikiran ilmu nahu penting untuk mengetahui mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan kaidah-kaidah nahu yang berimplikasi pada sikap penerimaan dan keterbukaan dalam menerima perbedaan tersebut. Yang juga jauh lebih penting adalah dengan memahami sejarah pemikiran ilmu nahu akan dirasakan betapa pentingnya perumusan dan perwujudan ilmu nahu ketika itu dalam kerangka menjaga keotentikan atau kemurnian al-Qur’an, termasuk juga memelihara geniusitas bahasa Arab dalam makna yang lebih umum. Dapat dikatakan bahwa sejarah pertumbuhan dan perkembangan ilmu nahu berhubungan secara signifikan dengan fenomena yang terjadi dalam sejarah perkembangan dan peradaban Islam.
Umat Islam Masa Khulafa Rasyidin
Selintas dalam perspektif sejarah Islam terlihat bahwa periode Khulafah Rasyidin terkenal dengan masa integrasi, ekspansi dan kemajuan dalam tahap awal. Dalam hal ekspansi misalnya, sebelum nabi Muhammad wafat tahun 632 M., seluruh semenanjung Arabia telah berada di bawah kekuasaan Islam. Pada masa-masa berikutnya daerah-daerah di luar Arabia jatuh ke bawah kekuasaan Islam pada periode Khulafa Rasyidin, terutama pada masa Abu Bakar (w. 13 H), Umar bin al-Khattab (w. 44 H), dan Usman (w. 36 H). Negara Islam yang masih “bayi” ketika itu disebut oleh ahli sejarah sebagai suatu kekhaisaran besar dan kekuatan baru yang terbesar. Mahmudunnasir melihat hal itu sebagai kontribusi terbesar yang dilakukan oleh Umar Ibn al-Khattab dalam sepuluh tahun kekhalifahannya dengan berhasil menaklukkan Irak, Iran, Siria, Palestina, dan Mesir.
Keberhasilan umat Islam menduduki wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan nonmuslim, terutama pada abad pertama hijrah periode Umar, telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi peradaban Islam. Penaklukan tersebut telah melahirkan gerakan perubahan yang cukup luas mengenai pola perdagangan internasional, perniagaan warga perkotaan, pertanian, kemiliteran, dan pengaturan sistem pemerintahan. Di sisi lain, dengan semakin bertambahnya komunitas Islam yang berasal dari bangsa Persia dan bangsa-bangsa yang berada di bawah kekuasaan Romawi sebelumnya maka juga menimbulkan persoalan baru bagi dunia Arab Islam yaitu terjadinya distorsi dalam penggunan bahasa fusha oleh mereka sebagai bangsa “pendatang” terhadap mereka yang terbiasa dengan menggunakan bahasa Arab secara fasih.
Kondisi ini membawa keprihatinan yang begitu tinggi di kalangan ulama melihat semakin banyaknya jumlah pemeluk Islam dan orang yang berada di bawah kekuasaan Islam dengan semakin intensnya mereka menggunakan simbol-simbol bahasa keagamaan. Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika banyak dari mereka yang melafalkan al-Qur’an secara tidak benar. Tetapi, fenomena tersebut telah menjadi sebuah realitas faktual yang harus dihadapi umat Islam ketika itu dan dari satu sisi dapat dikatakan sebagai implikasi negatif dari ekspansi yang dilakukan umat Islam.
Berangkat dari realitas tersebut lahirlah sebuah kesadaran di kalangan para sahabat dan ulama untuk membuat ketentuan-ketentuan yang baku tentang tata bahasa Arab, dalam hal ini nahu, guna menjaga orisinilitas dan keotentikan Qur’an. Di sisi lain, mereka yang bukan berasal dari bangsa Arab atau orang-orang yang telah menjadi “Arab” juga merasakan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan nahu tersebut. Mereka turut serta mempelopori dan memprakarsai usaha ini, karena itu pulalah ilmu nahu tidak lahir di jazirah Arab, tetapi ilmu ini justru muncul pertama kali di Irak, Basrah. Adanya kesadaran relatif tinggi oleh kedua pihak meskipun dengan alasan dan kepentingan yang berbeda maka nahu kemudian dirumuskan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelahiran Nahu
Berbeda dengan cikal bakal sejarah penyusunan dan pembakuan hukum Islam misalnya, yang berawal dari terjadinya berbagai perpecahan di kalangan umat Islam sendiri yang juga berimplikasi pada pemahaman terhadap wacana hukum Islam, penyusunan kaidah-kaidah nahu justru didorong oleh karena telah semakin banyaknya penganut Islam dari orang-orang berkebangsaan asing (`ajam) atau non-Arab. Maka dapat dikatakan bahwa penyusunan kaidah-kaidah nahu berawal dari keprihatinan yang cukup mendalam di kalangan ulama akan hilangnya pertalian yang kuat antara bahasa Arab dengan bahasa al-Qur’an, serta hilangnya orisinilitas dan keotentikan Qur’an sebagai kitab utama dan pedoman umat Islam.
Pada mulanya yang mendorong ulama dalam perumusan dan penyusunan kaidah-kaidah nahu bukan karena terjadinya perpecahan ataupun perbedaan mazhab di kalangan ulama-ulama nahu, tetapi justru karena semakin banyaknya orang asing yang menggunakan bahasa Arab dengan latar belakang bahasa yang amat beragam sebelumnya. Kondisi ini pada gilirannya mempersubur terjadinya salah ucap atau lahn dalam berbahasa. Jika dirumuskan secara umum ada dua faktor utama yang mendorong ulama melakukan hal tersebut, yaitu teologis, dan non-teologis.
Pertama, faktor teologis, ad-dîniy
Sejarah Ilmu Nahwu
Faktor agama, yaitu ketika itu adanya keinginan yang kuat di kalangan ulama melafalkan ayat-ayat al-Qur’an secara fasih dan benar. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya kasus lahn (salah ucap) terjadi dalam bacaan-bacaan ritual keagamaan. Lahn sebenarnya telah berlangsung cukup lama, bahkan telah terjadi sejak masa Rasulullah saw, periode Umar ibn Al-Khattab, dan seterusnya, meskipun dalam jumlah yang masih relatif sedikit. Seiring dengan perkembangan dan penyebaran agama Islam yang berakibat pada banyaknya daerah taklukan Islam yang memeluk agama Islam dimana mereka berasal dari daerah yang baragam dan bahasa yang juga beragam, maka lahn pun kian subur dan semakin banyak terjadi. Ketika itu banyak anak keturunan Arab yang terlahir dari ibu-ibu yang berasal dari warga “asing” atau non Arab yang secara otomatis mewariskan gaya bahasa, gaya bicara, dan dialek asing kepada mereka. Latar belakang inilah yang mendorong ulama untuk (الصواب من الخطأ في الكلام) membetulkan kesalahan-kesalahan dalam ucapan karena jika tidak diantisipasi lahn akan terus terjadi dan berkembang sehingga dikhawatirkan berimbas pada pengucapan ayat-ayat al-Qur’an al-karim.
MAKALAH BIOLOGI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kita semua tahu Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu kekayaan tersebut, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur karena berada di kawasan yang umurnya masih muda, sehingga di dalamnya banyak terdapat gunung-gunung berapi yang mampu mengembalikan permukaan muda kembali yang kaya akan unsur hara.
Namun seiring berjalannya waktu, kesuburan yang dimiliki oleh tanah Indonesia banyak yang digunakan sesuai aturan yang berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari pengolahan tanah tersebut.
Salah satu diantaranya, penyelenggaraan pembangunan di Tanah Air tidak bisa disangkal lagi telah menimbulkan berbagai dampak positif bagi masyarakat luas, seperti pembangunan industri dan pertambangan telah menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya. Namun keberhasilan itu seringkali diikuti oleh dampak negatif yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Pembangunan kawasan industri di daerah-daerah pertanian dan sekitarnya menyebabkan berkurangnya luas areal pertanian, pencemaran tanah dan badan air yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian, terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain. Sedangkan kegiatan pertambangan menyebabkan kerusakan tanah, erosi dan sedimentasi, serta kekeringan. Kerusakan akibat kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi(landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining) meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi. Untuk memperoleh bijih tambang, permukaan tanah dikupas dan digali dengan menggunakan alat-alat berat. Para pengelola pertambangan meninggalkan areal bekas tambang begitu saja tanpa melakukan upaya rehabilitasi atau reklamasi.
Dampak negatif yang menimpa lahan pertanian dan lingkungannya perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena limbah industri yang mencemari lahan pertanian tersebut mengandung sejumlah unsur-unsur kimia berbahaya yang bisa mencemari badan air dan merusak tanah dan tanaman serta berakibat lebih jauh terhadap kesehatan makhluk hidup.
Berdasarkan fakta tersebut, sangat diperlukan pengkajian khusus yang membahas mengenai pencemaran tanah beserta dampaknya terhadap lingkungan di sekitarnya.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini antara lain, yaitu:
1. sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai dampak pencemaran terhadap lingkungan
2. sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji
3. sebagai metode pengumpulan data tentang pencemaran lingkungan
C. RUANG LINGKUP
Makalah ini membahas mengenai pencemaran tanah, mulai dari gambaran, dampak, dan cara menanggulangi pencemaran tanah tersebut.
BAB II
METODE PENULISAN
A. OBJEK PENULISAN
Objek penulisan mencakup gambaran/ penjelasan, dampak yang ditimbulkan, dan cara penanggulangan pencemaran tanah.
B. DASAR PEMILIHAN OBJEK
Objek yang penulis pilih adalah mengenai pencemaran tanah, karena tanah merupakan salah satu komponen kehidupan yang sangat penting. Semua manusia pasti sangat tergantung akan keberadaan tanah tersebut. Namun, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara pengolahan tanah yang tepat tanpa banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan.
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penulisan makalah ini, penulis secara umum mendapatkan bahan tulisan dari berbagai referensi, baik dari tinjauan kepustakaan berupa buku – buku atau dari sumber media internet yang terkait dengan pencemaran lingkungan.
D. METODE ANALISIS
Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah.
BAB III
ANALISIS PERMASALAHAN
A. PEMBAHASAN
a. Gambaran dari Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
1. Dampak yang Ditimbulkan Akibat Pencemaran Tanah
Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya:
1. Pada kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentananpopulasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida danherbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkenaleukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati.PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dankarmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian.
2. Pada Ekosistem
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik danantropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawahpiramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memilikiwaktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
1. Penanganan yang Harus Dilakukan
Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya:
1. Remidiasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atauon-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
2. Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
B. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).
B. SARAN
Untuk lebih memahami semua tentang pencemaran tanah, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusun yang ada di dalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara, Jakarta. 121 hal.
Wikipedia. 2007. Pencemaran Tanah (On-line).http://id.wikipedia.org/wiki/pencemaran_tanah. diakses 26 Desember 2007.
Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. CV. Aksara, Malang. 112 hal.
PUISI
Kenangan
Telah lama...
kita saling mengenal dan saling memahami,
saling mengasihi dan saling berbagi cerita,
berbagi rasa dan berbagi canda..
Namun..
kau jatuhkan hatimu padanya..
Tak tau kah kau,
bahwa akulah..
yang lebih perduli dan lebih mengasihimu?
Tapi,
ku kan coba terima semua ini..
pergilah kasih..
raih semua keinginanmu tuk berada di sisinya..
raih semua impianmu..
ku kan biarkan rasa ini berada dalam hatiku..
kan ku obati sakit ne sendiri,
tampa kau disisiku..
>dari ku, yang selalu mengasihimu
Malam yang Sunyi
Di malam yang kian hening
Di tengah dingin yang menusuk kulit
Membuat hati tak bisa bergeming
Menghadapi cobaan yang kian membelit
Di tengah malam yang sunyi
Di kegelapan yang kian sepi
Ku ingin teteskan air mata
Menghadapi kesedihan yang terus menerpa
Tapi kupercaya
Dialah satu-satunya yang Maha Kuasa
Yang bisa menentramkan jiwa
Menenangkan hati yang berduka
Aku tak ragu
Dialah satu-satunya yang Maha Tahu
Selalu terjaga dan tak pernah tertidur
Melindungi hamba-hamba-Nya yang bersyukur





